Sahabat Perjuangan

perjuangan itu artinya berkorban
berkorban itu artinya terkorban
janganlah gentar untuk berjuang
demi agama dan bangsa
Inilah jalan Qt…

(Tazakka-Sahabat Perjuangan)

setitik bening muncul di sudut mata
diiringi lantunan nasyid, hati tergetar..
Rabbi…

beberapa malam yang lalu, silaturahim ke salah seorang mutarabbi
adeknya bercerita, mencurahkan isi hatinya
merasa belum ‘kerasan’ di kampus ini
walau sudah melewati satu semester
walau sudah merasakan suka dukanya FORMAT di TC bersama satu angkatannya
dengan tersenyum pahit, keluar kata-kata yang tak terduga

“Mbak, saya belum menemukan manfaat ada dan tidaknya saya di pengkaderan…”

sedih…

begitu kerasnya hati salah seorang adek tercinta
sehingga dia belum menemukan eksistensi dirinya di antara teman-temannya
dan satu hal lagi,
dia belum menemukan yang diri ini dapatkan di sini

teman sejati…

Terbayang kilasan saat pertama menapakkan kaki di kampus perjuangan
di kampus biru…begitu sebutannya..TC…Teknik Informatika ITS
tiada teman
tiada keluarga
tiada saudara

yang ada hanya keasingan

sendiri

rasanya dunia yang sangat jauh

sesekali di malam terisak-isak,
teringat teman-teman SMA yang terpisah satu sama lain
teringat ibu bapak, dengan senyumnya yang biasa
ketika menerima pengumuman spmb di koran
sedangkan tetangga kanan kiri ribut
tiada tinggi hati
karena bagi keduanya
adalah cita-cita
melihat sang anak mencapai pendidikan
yg tiada pernah mereka capai
begitu hebatnya bapak, yang menafkahi keluarga sampai usia yg tak terbilang muda
begitu mulianya ibu yang mengurus segala keperluan
dengan keterbatasannya sebagai seorang wanita

ada yang memanggil
mengulurkan tangan dengan tersenyum
teman pertama yang menyapa
bukan hanya satu
tiba-tiba
tersadar
ternyata mereka ada
begitu banyak
mengelilingiku
begitu ramai

bangkit
menghampiri satu per satu
tersenyum

akhirnya bertemu satu dua tiga teman terbaik
soulmate, katanya
ke mana-mana selalu bersama
bahkan ketika berangkat untuk mengikuti format pun kami saling menjemput
ketika terlambat, sama-sama berlari
sama-sama dimarahi
tapi kami puas
ketika disuruh push up kami salah sedikit dari yang berdiri
bukan menantang
tapi bentuk kesamaan pemikiran kami

satu semester berlalu
begitu banyak yang didapat
ketika bertemu dengan akhwat-akhwat sholikhah
begitu sebutan mereka
mbak-mbak yang senantiasa menyapa
mengajak turut kajian
murobbi yang senantiasa mengirim sms
mentoring di bawah pepohonan
tertawa bersama-sama
terkadang tertidur di tengah-tengah penyampaian materi

semester 2
secara tak sadar masuk dalam komunitas
organisasi keislaman kampus

semester 3
merasakan nikmatnya berorganisasi
ketika dalam kepanitiaan
bersama dengan yang lain
berlari di antara deadline
mencoba membagi diri

ketika kepanitiaan selesai
bernafas lega
tertawa bersama
(buat teman2 di Ristek terima kasih atas kesempatannya jadi panitia 3G)

pun ketika di organisasi kerohanian
bertemu teman-teman sehati
saling berbagi
saling memotivasi

semester 4
jadi staff di mana-mana
dengan idealisme yang masih tinggi
mencoba menyumbang lebih dari yg bisa terberi
walau dengan tertatih-tatih

semester 5
masa peralihan terberat
ketika tanggung jawab semakin besar
tak hanya itu
konflik & masalah timbul bersamaan
tapi di sana menemukan
begitu banyak hati
yang terbuka tuk jadi sandaran
begitu banyak wajah yang bercahaya
memberi kesejukan
terdidik
terteladani
termotivasi

dapatkah diri menjadi cerminannya?

Rabbi…
sekarang di akhir-akhir masa eksistensi di kampus
di tengah-tengah dua pilihan yang sulit
antara amanah akademis dan amanah organisasi
egoiskah?

terketik 160 karakter sms
yg intinya,
ukhti menurut anti egois ga sih
klo qt menginginkan cepat lulus
sementara kondisi kampus seperti ini?

jawabannya, lebih panjang lagi
wah, klo masalah itu ana juga bingung ukh jawabnya
tapi…
ana akan merasa sangat egois sekali bila tidak lulus semester ini
karena sudah cukup banyak kekecewaan yang ana berikan ke kedua orang tua

8 semester…masa penempaan di kampus
ketika bertemu sosok-sosok dengan seribu warna
yang turut mewarnai diri ini

hingga tak pernah lagi sedih,
merasa sendiri,
ingin pergi

karena di sinilah bertemu dengan yang tercinta
saudara se-aqidah

Rabbi…karuniakanlah kepada yang lain…
kepada mutarabbi yang saat ni berjuang melawan kesendiriannya
melawan kegigihan keputusannya
untuk merasakan yg hambaMu ini rasakan
indahnya islam
indahnya ukhuwah
bersama para perindu surga…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s