Al Mughalabah bil Ashwaat -Dominansi ditentukan suara-

Ketika suhu di kampus perjuangan sepuluh nopember memanas akibat semarak kampanye pemilihan raya presiden BEM teringat satu materi yang pernah ditugaskan oleh murobbi,

As Sira’ Bainal Haqqi wal bathil. Pertarungan antara yang haq dan yang bathil…

Karakter asli kebathilan adalah zahuq; lenyap, tertutup, dan kalah. Seperti ketika Rasulullah SAW bersama 10.000 pasukannya memasuki Makkah dan memecahkan berhala-berhala dalam peristiwa Fathul Makkah

Lho, La trus kenapa koq sekarang kita sering menyaksikan kebathilan senantiasa eksis?
Mengapa…

Karena yang benar tidak datang untuk mendesak dan menjadikannya zahuq. Kebenaran hanya berdiam di masjid-masjid dan bersembunyi di mihrab-mihrab. Karena kebenaran memilih diam saat kebathilan bicara, lalu terlambat bicara di saat kebathilan telah bekerja. Karena kebenaran tak pernah mendesak dan memukul berhala-berhala itu dengan tongkatnya.

Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman (QS At Taubah 14)

dan satu lagi lantunan firmanNya berdengung,,,

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS An Nuur 55)

Maka, hari-hari ini, sebelum medan final kita, ketika besi bertemu besi dan api bertemu api, kebathilan memilih satu sarana untuk membungkam kebenaran. Suara. Ya benar, suara. Siapa yang lebih keras, nyaring, dan banyak dalam bersuara, dia yang akan menang.
Maka inilah medan kita saat ini, untuk mempertahankan mihwar kampus yang telah kita raih, mihwar siyasih dan menuju mihwar dauli.

Gesekan-gesekan, teror, black campaign itu hal yang biasa…

Coba lihat fenomena yang dialami saudara kita di Palestina, ketika dakwah memenangkan demokrasi. Bayangkan, bisa-bisanya puluhan anggota parlemen, menteri dan wakil pm ditangkap?

Maka, teringat kilas balik tauladan terpilihnya khulafaur Rasyidin

Abu Bakar…diplomasi dan aklamasi. Dengan perundingan yang bijak antarkaum anshar dan muhajirin, maka terpilihlah sang diplomat yang rendah hati dan santun

Umar Ibn Khottob…Lobi dan amanat, dari yang terpercaya ke yang terpercaya. Strategi Abu Bakar yang jitu untuk mewariskan pemerintahannya.

Ustman bin Affan…majelis syuro. Ketika syuro memutuskan…

Ali bin Abi Thalib…Suara Mayoritas.
ketika fitnah membabi buta, maka Ali tak ragu. Ali tau resiko yang diembannya. Dan ia menerima suara mayoritas itu

Subhanallah berbagai pelajaran yang dapat kita ambil dari shirah mereka. Polemik-polemik pemerintahan. Pembuatan keputusan. Karakteristik kepemimpinan, dll

Maka di sinilah kita…
Di sinilah kita
Di miniatur demokrasi negara
Demokrasi yang tersebar di kampus-kampus…
Dimana demokrasi hanyalah sebuah pertempuran yang kebetulan dipetakan oleh Barat dan dipilih untuk menjadi musuh dakwah. Demokrasi terlalu sederhana untuk disebut sistem. Dan dakwah dengan jiwa ksatria berkata, “Pilihlah di manapun tempat kita akan berlaga. Dan dengan ijin Allah, kami pasti akan memenangkannya!”

Allahu Akbar!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s