Solo, Dimana dakwah menggugah dan mengguncang

“Waduh ukh, gimana ya.sudah jam 8. Sebentar, ana minta ijin ke ikhwannya dulu ya. Mungkin ada yang bisa mengawal”

Terbengong mendengar statemen barusan saat dijemput panitia akhwat dari UNS di depan stasiun Solo Jebres pukul 20.00.

Ga salah?


Iya, memang ga salah, tapi bener🙂
Di sana, kultur syar’i telah menelurkan peraturan buat akhwat : Dilarang berkeliaran di kampus dan sekitarnya (terutama jalan-jalan di sekitar blok kos-kosan mahasiswa) pada pukul 20.00. Klo tidak, akan ada sanksi yang menunggu. Pintu-pintu masjid kampus akan ditutup pada pukul 19.45. Klo ada keperluan, ijin ikhwan.

Wuihh,,,ga sebegitunya kali, klo di ITS

Walaupun secara informal di Surabaya terframe bahwa masjid steril akhwat bada maghrib, tapi qt ga pernah ngrasa ‘terlabeli’ kan? Maksudnya setelah maghrib, ya aktivitas kembali ke tanggung jawab personal masing-masing, ga perlu formalitas ijin atau pengawalan.

Paginya lagi-lagi dikejutkan…

“Ukh, pagi ini (rabu red.) ada kajian umum di masjid NH. Hari ini Fiqih, besok beda lagi.”, kata seorang panitia akhwat yang menengok kamar tempat mabit kami.

“Emang kajiannya hari apa aja ukh?”

“Setiap pagi, dari Rabu sampe Sabtu.”

Hhh..Subhanallah, begitu sampai di Gapura megah Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) dan menginjakkan kaki di pelataran Masjid Nurul Huda, Masjid kampus, terpana…

Bukan apa-apa, tapi peserta kajiannya itu lo, memenuhi ruang utama! Dan jumlah akhwat yang berada di luar ruang utama juga sama banyaknya…Allahu Akbar!!!

Begitu indah dinamika kampus di kota yang telah menelurkan banyak penulis tersebut.
Begitu sejuk ukhuwah yang menghampiri
pun begitu ketika mengikuti acara utama,
seminar nasional kemuslimahan sebagai peringatan hari Kartini.
yang datang subhanallah…
dari mbak-mbak berjilbab gedhe, sampe yang belum berhijab
Jadi teringat ketika kami di Surabaya mengadakan kegiatan syiar dengan mengundang salah seorang penulis besar kemarin.

Seharusnya memang begitu!
Karena merekalah objek dakwah kita
Yang menunggu untuk merasakan nikmatnya berislam secara kaffah

Subhanallah, perjalanan yang sangat berharga…
menuliskan secarik catatan kecil di hati
Agar tetap semangat
Agar bisa lebih baik
Ketika saudara-saudara di kampus lain, di seluruh indonesia juga berjuang
Antara aku, kau, dan dakwah
Maka itulah ikatan pemersatu kita

Allahu Akbar!!!
Demi Harapan dan Cita mewujudkan LDK Hayawi
untuk menyongsong kemenangan Islam

Teringat sebuah Syair dari seorang teladan tarbawi…

Dakwah yang tenang, namun lebih gemuruh
dari tiupan topan yang menderu…
Dakwah yang rendah hati, namun lebih perkasa
dari keangkuhan gunung yang menjulang…
Dakwah yang dekat namun lebih luas
dari belahan bumi seluruhnya…
(Hasan Al Banna)

One thought on “Solo, Dimana dakwah menggugah dan mengguncang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s