Apakah Amal unggulan qt?

Sebuah kisah nyata yang menggugah dan menyadarkan diri untuk terus bergerak…

Tersebutlah seorang mahasiswa yang telah lulus dari sebuah perguruan tinggi yang cukup terkenal di Surabaya, mendapatkan pekerjaan dan amanah baru di ibukota negara. Qt anggap saja namanya A. Si A ini semasa perkuliahannya dulu, terkenal sangat aktif di organisasi keislaman kampus. Setelah lulus, beliau sering menyempatkan menelepon juniornya di kampus. Kadang sebulan sekali, kadang lebih dari itu. Sekedar menanyakan kabar kampus, kondisi organisasi, dan kadang kala mencoba membantu semampunya. Si junior ini akhirnya heran. Biasanya yang namanya alumni itu susah nyarinya. Harus dikejar-kejar dulu. Harus di-SMS atau ditelpon dulu. E ini malah alumninya yang datang sendiri. Akhirnya, suatu ketika bertanyalah sang junior kepada seniornya itu.

“Afwan akh sebelumnya, ana boleh tanya? ana heran koq antum tu rajin banget menghubungi kami. Sampai-sampai tanpa diminta pun antum sering membantu. Jadinya kami yang sungkan nih.”
Terdiam beberapa lama, Si A ini akhirnya angkat bicara,

“Sebenarnya…apa yang ana lakukan ini adalah satu bentuk pertanggungjawaban kepada Allah. Jika antum di kampus masih bisa berdakwah, apapun itu kendalanya, apapun itu hambatannya maka hanya inilah yang bisa ana berikan untuk dakwah kampus. Ana sudah tidak bisa berkontribusi lagi di kampus,maka silaturahim rutin inilah yang ana niatkan untuk pemberat amalan ana di akhirat kelak, jika Allah meridhoi. Karena ana yakin sholat, puasa, infaq dan shodaqoh yang ana lakukan tidak akan cukup untuk menghapus semua dosa ana. Itu ibadah yang semua orang bisa melakukannya. Maka apalah yang ana katakan jika nanti Allah menanyakan apa amalan unggulan ana di dunia ini? apa amalan istimewa yang membedakan ana dengan umat muslim yang lain? Seperti Bilal yang terompahnya terdengar di surga gara-gara amalan sholat sunnah 2 rakaat-nya yang rutin, maka silaturahim rutin inilah yang bisa ana lakukan untuk saat ini… ”

 

Ketika mendengar satu fragmen ini dari seorang saudara seperjuangan, hati tergetar
Benar…
Apa yang akan qt katakan ketika Allah menanyakan ke-istimewa-an kita daripada makhluq yang lain, yang akan menyelamatkan qt dari azabnya??

Sholat…semua orang bisa
Puasa…bukan qt saja yang biasa
Qiyamul Lail…banyak orang yang lebih dari kita
Beberapa waktu yang lalu, ketika bertemu dengan seorang akhwat dari universitas Ronggolawe, beliau bercerita tentang perjuangannya di kampus yang notabene akhwatnya cuma dia seorang. Subhanallah…
Sampai-sampai ada akhwat yang nyeletuk, “Ukhti, suatu prestasi besar di hadapan Allah..Bahkan dengan kondisi anti untuk bertahan pun akan sebanding dengan setiap gerak langkah dakwah di kampus kami”

Ga jauh-jauh. ketika Jaulah di salah satu universitas swasta Surabaya, bener-bener kaget. Saat  itu acaranya sebetulnya adalah pembukaan mentoring. Dan ketika kami, rombongan akhwat dari ITS sampai di tempat, kami disambut dengan pemandangan yang aneh bagi kami. Itu lo…panitia akhwat penerima tamu sedang berbincang-bincang dengan temannya, ikhwan. Si akhwat itu busananya belum rapi jali, masih celanaan dan si ikhwan ya gitu deh.. kayaknya dua-duanya anak gaul gitu. Makanya sempat kepikiran. Eh qt ga salah tempat ta?
Akhirnya beberapa saat kemudian datanglah seorang akhwat. Akhwat beneran🙂. Ya allah setelah dihitung-hitung akhwatnya(‘pure akhwat’, mengambil istilah kasar) cuma dia seorang. Rabbi…

Bada itu, ketika mengadakan Silaturahim LDK pun kondisinya berbeda untuk masing2 kampus. Herannya, dan yang sangat membuat respek kepada saudara-saudara yang berjuang di kampus lain itu…mereka mampu menggandeng orang, yang mungkin kalau di ITS masih terkategori objek dakwah, bukan penggerak.
Maka di sini…
ketika kita merasa sendiri
ketika kita merasa kesulitan untuk berdakwah ke teman-teman sekitar kita…
ketika kita merasakan sulitnya menggerakkan staf2
ketika kita kebingungan mencari orang yang mau membersamai kita
ketika kita hampir-hampir asing di amanah kita
ingatlah saudara kita yang lain
yang mungkin berjuang
dengan kondisi yang lebih buruk dari kita
di tengah minimnya SDM..sulitnya birokrasi…
Maka itulah amalan unggulan mereka
karena mungkin amalan itulah
yang memenuhi rintihan dan tangis mereka
saat  bangun di malam hari..
ketika menghadap Sang Rabb…
Jadi, marilah kita bertanya ke diri sendiri,,,
Apa Amalan teristimewa qt????
Karena mungkin saja segala ujian saat menjalani sebuah amanah
bisa jadi adalah amalan unggulan yang disodorkan Allah…
tanpa kita sadari…
menunggu untuk qt warnai dengan niat dan keikhlasan..

Tetep semangat…Karena Allah maha adil🙂
Bisa jadi satu tetesan peluh kita
satu tetes air mata kita
di jalan dakwah…
akan jadi pemberat timbangan amal kelak
melebihi batu-batu besar hambatan yang merintangi kita
-20 Mei 2008, satu abad kebangkitan nasional Indonesia-
teringat salah satu hadist Rasulullah SAW,
“Sesungguhnya di awal setiap seratus tahun, Allah mengirimkan kepada ummat ini orang yang akan memperbarui agama mereka.” (HR Abu Dawud, Hakim, dan Ath-Thabrani)
dari  Imam Ahmad, disebutkan bahwa mujadid abad pertama adalah Umar bin Abdul Aziz. Pada awal abad kedua adalah Imam Syafi’i. Maka hari ini, selang berabad-abad dari zaman Nubuwwah, termasukkah kita di dalam golongan orang-orang pembaharu tersebut ?🙂
Allahu a’lam bisshowab

Oleh karena itu, sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan.
Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya.
Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya.

 

3 thoughts on “Apakah Amal unggulan qt?

  1. Kenapa ya..saya sedikit tidak nyaman dengan pemakaian ‘pure akhwat’…kenapa kita begitu gampang memberikan justifikasi terhadap sesuatu atau seseorang yang kualitas kita saja belum tentu sebaik dia. Sedih juga…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s