Materi-02: Ayo Mengaji

Tujuan :
1. Peserta memahami akan kedudukan ilmu
2. Peserta memahami keutamaan orang berilmu
3. Peserta termotivasi untuk menuntut ilmu melalui mentoring dan kegiatan keislaman lainnya

1. Games
A Judul : “Ayo Berhitung”
B. Langkah-langkah :
Tahap I : 1.Mintalah masing-masing peserta untuk menghitung jumlah angka 1 sampai 50 dengan cepat. Beri waktu maksimal 3 menit.
2.Mintalah mereka yang berhasil menghitung dengan cepat, bagaimana caranya memperoleh hasil tersebut.
Tahap II : 1. Ajarkan cara menghitung yang lebih cepat dengan cara menjumlah 1 dan 50, 2 dan 49, 3 dan 48, dst sampai 50 dan 1.
2.Sehingga diperoleh angka : 51 x 25 = 1275
C. Hikmah :
1. Pentingnya ilmu dalam memudahkan penyelesaian masalah.
2. Dengan ilmu orang berpeluang berbuat kebaikan lebih banyak

* Materi ini disarankan diadakan di tempat terbuka, misal: sekaligus rihlah atau kondisi tempat yang fun dan tidak terbatas tembok skul –> bisa dengan iringan nasyid: “nanda pergi mengaji” ^^

2. Shiroh
Kisah nabi dan orang-orang berilmu
– Dzulkarnain dalam surat Al Kahfi yang menguasai Ilmu Pengolahan Logam (QS. 18: 83-100)
– Nabi Yusuf yang menguasai Ilmu Mengatur Kekayaan Negara (QS. 12)
– Kisah Nabi Musa dan Khidir
– Masa Renaissance Islam

3. Materi
Keutamaan Ilmu dan orang berilmu dalam Islam
Dalam Al qur’an pembicaraan tentang keharusan menuntut ilmu, keunggulan orang berilmu disebutkan dalam beberapa ayat berikut :
– QS. Muhammad (47) : 19
– QS. Al ‘Alaq (96) : 1-5
– QS. Al Israa (17) : 36
– QS. Az Zumar (39)
– QS. Al Mujadalah (58) : 11
– QS. Al Hajj (22) : 54

Dalam beberapa hadits diuraikan sebagai berikut
– “Belajarlah ilmu, karena belajar ilmu karena karena Allah itu merupakan salah satu bukti takut kepadaNya, menuntutnya adalah ibadah, mendiskusikannya adalah tasbih, membahasnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahuinya adalah sedekah, memberikannya kepada keluarganya sebagai pendekatan diri kepada Allah, karena ilmu itu memberitahu halal dan haram dan menara cahaya jalan penghuni syurga.” (Diriwiyatkan dari Muadz bin Jabal)
– “Barangsiapa menginginkan kebahagian hidup di dunia, maka harus digapai dengan ilmu. Barangsiapa menginginkan kebahagian hidup di akherat, maka harus digapai dengan ilmu. Dan barangsiapa menginginkan kebahagian hidupdi dunia dan akherat maka harus digapai pula dengan Ilmu”
– “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap mukmin dan mukminat”
– “Tuntutlah ilmu sejak lepas dari ayunan hingga liang lahat.”
– “Tiada kebaikan pada salah seorang diantara ummatku jika tiada berilmu dan tidak pula menuntut ilmu.”

Pengaruh Ilmu Terhadap Iman dan Tingkah Laku
1. Ilmu memberi petunjuk kepada iman.
Ilmu dan Iman berjalan beriringan dalam Islam (QS. 30 : 36; 58 : 11). Bahkan al-Qur’an menyertakan iman kepada ilmu seseorang mengetahui lalu beriman. Dengan kata lain tidak ada iman sebelum ada ilmu (QS. 22 : 54; 34 : 6)
2. Ilmu adalah penuntun amal
Ilmulah yang menuntun, menunjuki dan membimbing seseorang kepada amal (QS. 47 : 19). Ayat ini dimulai dengan ilmu tentang tauhid lalu disusul dengan permohonan ampun yang merupakan amal. Ilmu juga merupakan timbangan/penentu dalam penerimaan atau penolakan amal. Amal yang sesuai dengan ilmu adalah amal yang diterima, sedangkan amal yang bertentangan dengan ilmu adalah amal yang tertolak (QS. 5 : 27). Maksud ayat ini ialah Allah hanya menerima amal seseorang yang bertakwa kepada-Nya. Jadi amal tersebut harus dilakukan karena keridoan-Nya dan sesuai dengan perintah-Nya. Hal ini hanya bisa dicapai dengan ilmu.
Untuk dapat berakhlak baik pun salah satunya harus dicapai dengan ilmu. Imam Ghazali berkata : “Muqadimah agama dan berakhlak dengan akhlak para nabi tercapai diramu dengan 3 dimensi yang tersusun rapi, yaitu : ilmu, perilaku dan amal” (ilmu mewariskan perilaku, perilaku mendorong amal).
3. Kelebihan ilmu dari ibadah
Dalam hadits Huzaifah dan Sa’ad, Rasulullah SAW bersabda, “Kelebihan Ilmu lebih kusukai dari kelebihan ibadah, dan sebaik-baik agama adalah al-wara. “Ilmu dilebihkan atas ibadah sebab manfaat ilmu tidak terbatas pada pemiliknya melainkan juga untuk orang lain. Ibnu Qoyyim al-Jauziyah dalam al-Miftah menyebutkan diantarnya : “Ilmu menunjukkan kepada pemiliknya amal-amal yang utama di sisi Allah.”

Al Qur’an memberikan inspirasi bagi pengembangan Ilmu pengetahuan
– QS. 25 : 53 (Kimia)
– QS. 27 : 87-88 (Geografi)
– QS. 13 : 1 (Sipil)
– QS. 10 : 101 (Atom)
– QS. 55: 33 (Astronomi)
– QS. 22:5 (Kedokteran)
– QS. 89 : 1-3 (Matematika)

Adab menuntut ilmu
a. Niat
Niat dalam menuntut ilmu adalah untuk mencari ridha Allah. Hendaknya diiringi dengan hati yang ikhlas karena Allah, bukan untuk menyombongkan diri tapi untuk mengeluarkan diri dari kebodohan dan menjadikan diri kita bermanfaat bagi orang lain
b. Bersungguh-sungguh
Dalam menuntut ilmu harus bersungguh-sungguh, seperti dalam firmanNya, “Dan orong-orang yang berjuang di jalan Kami pastilah akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan Kami.”
c. Terus-menerus
Hendaklah kita jangan mudah puas atas ilmu yang kita dapatkan sehingga kita enggan enggan untuk mencari lebih banyak lagi. Allah lebih menyukai amalan yang sedikit tapi dilakukan secara terus-menerus disbanding amalan yang banyak tapi hanya dilakukan sekali saja.
d. Sabar dalam menuntut ilmu
Kesabaran terpuji dapat kita tiru dari kisah Nabi Musa AS dan Nabi Khidir AS dalam QS Al Kahfi 66-70. Dalam menuntut ilmu, kita juga tidak boleh mudah berputus asa, karena Allah tidak menyukai orang yang berputus asa (Q.S. Al Hijr 56)
e. Menghormati dan memuliakan orang yang menyampaikan ilmu kepada kita
Diantara penghormatan murid terhadap gurunya adalah berdiam diri maupun bertanya pada saat yang tepat dan tidak memotong pembicaraan guru, mendengarkan dengan khidmat, memperhati-kan ketika beliau menerangkan, dll.
f. Baik dalam bertanya
Bertanya hendaknya untuk menghilangkan keraguan dan kebodohan kita, bukan untuk meremehkan, menjebak, mengetes, mempermalukan guru kita, dll. Orang yang tidak mau bertanya berarti menyia-nyiakan ilmu yang banyak bagi dirinya sendiri. Allah memerintahkan kita untuk bertanya pada orang yang berilmu (Q.S. An Nahl 43)

4. Kesimpulan
Diskusi singkat dengan peserta-menghubungkan dengan motivasi mengikuti mentoring

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s